DAUR NITROGEN
Nitrogen merupakan unsur hara pembatas dlm
hokum Justun Von Liebig
Nitrogen menjadi penyusun utama protein,
diperlukan oleh tumbuhan dan hewan dlm jumlah besar. Sejumlah besar nitrogen
hilang akibat tanah mengalamipembasuhan oleh gerak aliran air dan kegiatan
jasad renik. Atmosfer mengandung 80% nitrogen bebas. Nitrogen dibutuhkan
tumbuhan dalam bentuk terikat (dlmbentuk senyawa dengan unsur lain). Fiksasi
nitrogen : pembentukan nitrogen dlm bentuk terikat, terjadi di dlm tanah oleh
bakteri. Jenis bakteri pengikat nitrogen terefisien bersifat simbiotik, dpt
mengikat protein jika bekerjasama dg akar tumbuhan polong dan rumpun tropic.
Dalam
tanah, nitrogen terdapat dalam bahan organik tanah di berbagai tahap
pembusukan, namun blm dpt dimanfaatkan tumbuhan. Nitrogen dimanfaatkan tumbuhan
dlm bentuk ion amonium(NH4+) atau ion nitrat (NO3+). Tahapan penguraian asam
amino mjd nitrogen anorganik :- NH4+ dibebaskan dari asam amino, diubah jadi
NO2-- NO2-segera diubah oleh tumbuhan hijau menjadi NO3+, Bakteri penghasil ion
nitrit dan nitrat bersifat ototrof danaerob (perlu oksigen), shg kehidupannya
dipengaruhioleh aerasi tanah, suhu dan kandungan air dlm tanah.
- Proses pemanenan
menyebabkan nitrogen terikat hilang, diambil oleh bakteri pengubah nitrat menjadi
nitrogen
- Proses perubahan nitrit
menjadi nitrogen bersifat anaerob (hanya berlangsung dlm kondisi tanpa oksigen)
Nitrat
sangat mudah larut dlm tanah sehingga cepat hilang krn proses pembusukan. Taraf
ketersediaan nitrogen dlm tanah tergantung pada banyaknya bahan organik,
populasi jasad renik, tingkat pembasuhan. Dlm keadaan alami terjadi
keseimbangan antara laju pertumbuhan dan gaya-gaya yg menentukan penyediaan
nitrogen dlm tanah. Pemanenan menyebabkan terkurasnya nitrogen karena
pengambilan bahan organik dan erosi. Hal ini menyebabkan pertanian intensif
sangat tergantung pada tambahan pupuk nitrogen. Awalnya nitrogen berasal dari
sumber organik, terutama guano (kotoran burung). Saat ini nitrogen dibuat
menurut proses Haber-Bosch : nitrogen + hidrogen amoniak.



0 komentar:
Posting Komentar